Tanda-Tanda Orang Tua Yang Termasuk Tipe Overprotektif


Tanda-Tanda Orang Tua Yang Termasuk Tipe Overprotektif
Tanda-Tanda Orang Tua Yang Termasuk Tipe Overprotektif - Tanpa disadari, banyak orang tua yang cenderung overprotektif pada anaknya. Padahal, hal ini justru memberi efek negatif pada anak. Anak-anak bisa merasa bahwa dunia bukanlah tempat yang aman bagi mereka untuk bersosialisasi dengan orang lain. Atau anak bisa saja mengalami masalah perilaku atau emosional seperti cemas dan takut. Bahkan, saat dewasa, mereka cenderung tidak percaya diri dan tidak mandiri.
Sebaliknya, pengasuhan yang tidak terlalu overprotektif justru bisa membuat anak siap menghadapi tantangan yang akan ia hadapai nanti. Mereka pun jadi lebih berani, kompeten, dan percaya diri ketika mengambil suatu keputusan. Seperti yang dilansirkan oleh Boldsky.com, berikut ini beberapa tanda orang tua yang overprotektif terhadap putra dan putrinya:

1. Selalu mengawasi anak
Orang tua yang overprotektif akan selalu mengawasi anaknya. Hal seperti ini akan membuat anak merasa cemas dan terkekang. Anak yang selalu dilindungi akan mengambil kesimpulan bahwa dunia tidak aman hingga ia tidak akan berani mengambil kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya.

2. Anak merasa depresi
Orang tua yang terlalu protektif bisa mematahkan semangat anak untuk bermain atau melakukan kegiatan menyenangkan seperti teman sebayanya. Hal ini bisa membuat anak depresi. Selain itu, penyebab depresi yang dirasakan bisa berasal dari rasa tidak aman yang tercipta dalam pikiran si anak karena orang tua terlalu menjaganya.

3. Anak cenderung tidak Pede
Orang tua yang overprotektif tidak akan membiarkan anaknya menghadapi sebuah masalah. Semua solusi cenderung dilakukan orang tua. Sehingga, anak tidak bisa bebas mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Hal ini bisa mengakibatkan anak tidak pede akan kemampuannya ketika menghadapi masalah yang ia temui.

4. Anak merasa harga dirinya rendah
Anak-anak tidak akan dibiarkan orang tuanya untuk menghadapi tantangan yang bisa mengembangkan kemampuan mereka. Dengan begini, anak-anak merasa bahwa dirinya rendah tidak bisa sama dengan teman-teman sebayanya.

5. Anak tidak bahagia di rumah
Berbagai tekanan dari orang tua membuat anak stres dan tidak bebas berekspresi. Hal ini membuat mereka cenderung tidak bahagia di rumah dan pertumbuhannya pun bisa terganggu. Ketika terjun ke dunia nyata, bisa dipastikan mereka tidak akan siap. 

Oleh karena itu, sebaiknya orang tua tidak terlalu protektif pada anaknya. Pengawasan memang harus dilakukan tapi bukan berarti mengekang kebebasan anak untuk tumbuh, berkesperimen, berkespresi, dan mengembangkan kemampuannya. Sekian infonya moga bermanfaat ya.

Terima kasih sudah berkunjung :)

sumber : boldsky.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tolong berkomentar yang baik, becanda sih boleh tapi tidak harus menggunakan kata-kata kasar ya kan :)