Mengenal Ciri Anak Dalam Masa Pubertas


Ciri Anak Dalam Masa Pubertas
sumber foto : nyata.co.id
Mengenal Ciri Anak Dalam Masa Pubertas - Kalian pasti tidak asing kan dengan istilah masa pubertas? Tapi tahu tidak apa sih masa pubertas itu? Dikutip dari meetdoctor.com, masa Pubertas adalah saat terjadinya perubahan-perubahan dalam tubuh yang mengiringi rangkaian pendewasaan. Periodenya terjadi bervariasi tiap-tiap individu. Masa pubertas dapat terjadi lebih awal atau justru sebaliknya. Namun, biasanya dimulai antara usia 7-13 tahun untuk perempuan, dan antara usia 9-15 tahun untuk pria. Masa pubertas tidak hanya ditandai dengan haid pada perempuan atau mimpi basah pada laki-laki.


Namun, masa pubertas juga ditandai dengan perubahan bentuk fisik, yakni dengan munculnya lekukan-lekukan tubuh sehubungan dengan membesarnya payudara dan berubahnya proporsi lekuk pinggul, serta tumbuhnya bulu-bulu halus di beberapa bagian tubuh pada perempuan. Sedangkan, pada laki-laki terjadi perubahan pada pita suara alias suaranya lebih nge-bass hha, lalu mulai tumbuh rambut kemaluan dan bulu wajah, serta membesarnya ukuran testikel dan penis. Selain itu, bahu juga menjadi lebih lebar karena kondisi tubuh yang lebih berotot ( kekar gitu deh :D ).

Perubahan ini disebabkan oleh produksi hormon testosteron pada laki-laki dan estrogen pada perempuan. Hal ini juga kerap mempengaruhi terjadinya pertumbuhan jerawat dan masalah bau badan. Selain terlihat secara kasat mata, perubahan pun terjadi dalam kondisi psikisnya. Perubahan tersebut dapat berupa ketertarikan pada lawan jenis, muncul juga sikap ingin diakui lingkungan atau pencairan jati diri, hingga beberapa emosi kompleks lainnya.
Masa pubertas normal terjadi pada setiap perempuan dan laki-laki yang secara seksual mulai matang, proses tubuh dalam mempersiapkan perkembangan alat reproduksi. Sebenarnya para remaja atau pun orang tua tidak perlu merasa khawatir berlebih atas perubahan-perubahan pada masa pubertas. Kuncinya adalah memelihara komunikasi antara orang tua dan anak, sehingga dapat meminimalisir selisih paham dan dapat memberikan arahan sehingga anak dapat tidak terjerumus ke hal negatif seperti seks bebas. Sekian infonya moga bermanfaat ya.

Terima kasih sudah berkunjung :)

sumber : meetdoctor.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tolong berkomentar yang baik, becanda sih boleh tapi tidak harus menggunakan kata-kata kasar ya kan :)