My Parkour Journey


Parkour Cat Balance
My Parkour Journey - Ini adalah cerita perjalananku dalam menggeluti parkour. Well, setelah UAN dan tinggal menunggu kuliah aku dan temanku ingin mencari aktivitas lain sambil menunggu waktu kuliah. Lalu temanku mengajak untuk mencoba mengikuti Parkour dan dia telah menemukannya. Pada hari minggu dia mengajakku ke stadion untuk menemui salah satu anggota parkour samarinda yaitu kukku dan pendiri parkour samarinda yaitu Pujiati Syahrani . Pada awalnya aku sungguh tidak tertarik dangan parkour dan waktu itu hanya ikut-ikutan tetapi setelah sekali ikut latihan aku mulai tertarik dan mencari video-video dan artikel tentang parkour. Kebetulan saat aku bergabung dengan parkour samarinda, komunitas ini sudah mulai habis anggotanya alias malas-malasan jadinya mulai jarng ada yang latihan ditambah tak adanya kak Puji yang sedang menghabisi masa kerjanya di Bontang.


Tetapi walaupun sepi aku tetap latihan bersama temanku berdua tanpa ada yang membimbing. Tapi tanpa adanya pembimbing kami tidak berlatih asal-asalan karenasaya telah banyak mencari video dan artikael tentang parkour sehingga mengerti apa sih parkour itu. Aku mulai melatih kekuatan fisikku dan sesekali melatih trik-trik dasar parkour, aku sadar betapa pentingnya pemanasan dan persiapan fisik agar tidak terjadi cedera. Saat berlatih pun aku bertemu beberapa eks-anggota parkour samarinda mereka beralih ke free running dan anehnya mereka tidak melakukan pemanasan sama sekali. Padahal itu kan berbahaya bagi dirinya sendiri.

Setelah beberapa bulan temanku mulai tidak terlalu aktif lagi untuk latihan sehingga aku hanya berlatih sendirian. Wow, sungguh sangat membosankan dan aku lebih cepat lelah tetapi saat mulai jenuh aku kembali ke motivasi awalku mengapa aku ikut parkour. Akhirnya, pada bulan Oktober (kalau gak salah) kak Puji pulang kembali ke samarinda dan aku menjadi lebih semangat karena tidak lagi berlatih sendiri dan mulai kembali bermunculan anggota parkour samarinda yang lebih dulu mengikuti parkour sebelum aku bergabung. Tetapi lagi lagi mereka masih sangat terfokus dengan melakukan trik trik parkour tanpa melatih fisiknya. aku mendapat pelajaran yang banyak dari kak Puji karena dia telah mengikuti JAMNAS 2010 yang di isi oleh Stephan Vigroux dan Thomas Couetdic. Aku pun semakin terpicu untuk menggenjot fisikku karena aku masih sadar fisikku ini masih belum kuat, aku tidak mau terkena dampak akibat belum siapnya fisik. Pada bulan November parkour samarinda mengadakan workshop di Borneo UrbanFest di samarinda seberang. Ternyata parkour masih sangat susah untuk disebarkan di samarinda karena pandangan orang menilai parkour itu ekstrim dan keren karena ekstrim. Padahal itu salah besar parkour akan membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik bila menjalaninya dengan benar.

Sekarang aku sudah menggeluti parkour selama 5 bulan dan aku sungguh merasakan manfaat parkour sebenarnya aku orang yang mudah terserang penyakit tetapi setelah aku ikut parkour daya tahan tubuhku lebih kuat walaupun kehujanan saya tidak sakit. Badan menjadi lebih kuat dan pikiranku lebih terbuka setiap permasalahan harus dilalui dengan tenang. Pikiranku lebih terbuka dan kritis, aku menjadi lebih sabar dalam menghadapi hidup ini serta selalu berpikiran positif. dan karena itulah ibuku mengijinkanku mengikuti parkour karena aku menjadi pribadi yang lebih baik. (denny aditia)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Tolong berkomentar yang baik, becanda sih boleh tapi tidak harus menggunakan kata-kata kasar ya kan :)